Mengintip Keseruan Kelas Alam, Siswa Sekolah Inovatif Jagir Belajar Sains Taman Flora


Belajar sains tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Siswa kelas 3 Al Farazi dan 3 Al Khawarizmi SD Muhammadiyah 7 Surabaya mengikuti Kelas Alam di Taman Flora Bratang, Surabaya, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan bertajuk “Kelas Alam: Belajar Sains di Alam Sekitar” tersebut berlangsung penuh keceriaan dan antusiasme. Para siswa didampingi mahasiswa PLP UM Surabaya angkatan 2023, Luluk dan Jamilah.

Sebelum melakukan pengamatan di taman, siswa mengikuti pembelajaran PJOK yang disampaikan Miqdad Lazuardi Iktifazudi, SH. Materi yang diberikan berupa kombinasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif melalui permainan “Ular-Ularan”.

Dalam permainan tersebut, siswa secara tidak langsung melatih tiga jenis gerak dasar. Gerak lokomotor dilakukan melalui aktivitas berlari, berjalan cepat, dan mengubah arah secara zig-zag. Gerak non-lokomotor dilatih ketika siswa menekuk badan, memutar pinggang, dan mengayunkan lengan untuk menjaga keseimbangan.

Sementara itu, gerak manipulatif dilakukan melalui modifikasi permainan. Setiap “kepala ular” tidak hanya berjalan atau berlari, tetapi juga harus menangkap ekor ular.

“Anak-anak jadi aktif, kerja sama timnya jalan, dan motoriknya terlatih. Yang tadinya pemalu jadi berani jadi ‘kepala ular’,” jelas Ustadz Miqdad.

Menurutnya, pembelajaran tersebut juga menanamkan nilai karakter seperti komunikasi, kepemimpinan, dan sportivitas.

“Ini contoh pembelajaran PJOK yang ‘berkemajuan’. Tradisi kita jaga, tapi caranya disesuaikan dengan kebutuhan anak zaman sekarang,” tambahnya.

Setelah pembelajaran PJOK, kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling Taman Flora. Para siswa mengidentifikasi berbagai hewan yang ditemui berdasarkan tempat hidupnya, seperti hewan yang hidup di darat, air, udara, maupun yang dapat hidup di darat dan air.

Selain itu, siswa mengamati hewan berdasarkan cara bergerak dan jenis makanannya. Guru pendamping, Ustadzah Wasilatul Ummah, SPd, dan Drs Maskun, turut mengawal siswa selama kegiatan. Secara bergantian, mereka menjelaskan identifikasi hewan berdasarkan hasil pengamatan.

Setelah melakukan pengamatan dan mencatat data, para siswa melanjutkan kegiatan dengan mengerjakan LKPD Matematika berdasarkan hasil pengamatan. Mereka menjawab sejumlah pertanyaan, seperti tempat hidup ikan, klasifikasi rusa, hingga cara bergerak ulat.

“Kami ingin anak-anak belajar tidak hanya dari buku, melainkan juga dari pengalaman langsung. Di sini mereka belajar mengamati, mengklasifikasikan, bekerja sama, serta berani berbicara di depan teman sebayanya,” ujar Ustadzah Wasilatul Ummah.

Kegiatan kelas alam tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami bahwa belajar tidak mengenal batas tempat. Rindangnya pepohonan dan suasana Taman Flora Bratang menjadi ruang belajar yang memberikan pengalaman berbeda bagi mereka.

Anak-anak pun mengikuti kegiatan hingga selesai dengan antusias dan membawa pengalaman baru.

Kesan positif disampaikan Zanita Aghni Mahirah, siswi kelas 3 Al Farazi.

“Saya senang sekali dapat mengikuti kelas alam ini. Saya dan teman-teman dapat belajar klasifikasi hewan berdasarkan tempat hidup, makanan, dan udara yang sejuk,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Muhammad Amirul Mukminin, siswa kelas 3 Al Khawarizmi.

“Kelas alam kali ini pokoknya seru sekali. Saya dan teman-teman dapat belajar sains di luar kelas dengan suasana yang berbeda dari biasanya di sekolah,” katanya.

Slider Parnert

Subscribe Text

SANG INOVATOR