Mahasiswa Yaman Ramaikan Kelas Diaspora Sekolah Inovatif Jagir

Ratusan siswa Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya mengikuti Kelas Diaspora yang menghadirkan mahasiswa asal Yaman, Osamah Nashwan Abdullah Zahrah, pada Jumat (24/7/2026) di Hall Inacer. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengenal budaya, kuliner, pakaian tradisional, hingga kehidupan masyarakat Yaman secara langsung.

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas I hingga VI tersebut merupakan program pembelajaran lintas budaya yang menghadirkan mahasiswa internasional sebagai narasumber. Program ini bertujuan memperluas wawasan global peserta didik sekaligus menumbuhkan sikap menghargai keberagaman budaya dunia.

Kelas Diaspora dipandu Kepala Urusan Ismuba Wasilatul Ummah, S.Pd., bersama guru Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Ibna Zulfa Fadlurrahman, S.Pd., yang mengemas kegiatan secara interaktif sehingga siswa dapat mengikuti materi dengan antusias.

Kepala SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Achmad Zainuri Arif, M.Pd., mengatakan bahwa Kelas Diaspora menjadi salah satu upaya sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.

“Tahun lalu kami menghadirkan mahasiswa asal Palestina, sedangkan tahun ini dari Yaman. Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak mengenal budaya negara lain secara langsung sekaligus memperluas wawasan mereka. Semangat Kak Osamah menempuh pendidikan dari Yaman hingga Surabaya juga menjadi teladan bahwa kesungguhan belajar akan mengantarkan seseorang meraih cita-cita,” ujarnya.

Dalam paparannya, Osamah Nashwan Abdullah Zahrah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya asal Yaman yang saat ini menempuh pendidikan semester IV, memperkenalkan letak geografis negaranya yang berada di kawasan Asia Barat dan berbatasan dengan sejumlah negara di Timur Tengah.

Ia juga mengenalkan beragam pakaian tradisional masyarakat Yaman. Menurutnya, laki-laki umumnya mengenakan jalabiya, ma’awi, jambiya, dan zanna, sedangkan perempuan mengenakan sigara, thobe nashal, sharshaf, balto, serta abaya.

Selain budaya berpakaian, Osamah memperkenalkan beberapa kuliner khas Yaman, seperti nasi mandi, shafrat, dan bint al-sahn. Ia menjelaskan bahwa makanan-makanan tersebut menjadi hidangan yang banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat Yaman.


Sebaliknya, Osamah juga berbagi pengalamannya selama tinggal di Surabaya. Ia mengaku menyukai sejumlah kuliner Indonesia, di antaranya bakso, soto ayam, rendang, nasi goreng, dan gado-gado.

Suasana kelas semakin hidup ketika siswa diberi kesempatan berdialog langsung dengan narasumber. Mereka tampak antusias mengajukan pertanyaan mengenai kehidupan masyarakat Yaman, kebiasaan sehari-hari, hingga perbedaan budaya antara Indonesia dan Yaman.

Salah satu peserta, Hanifah Almahyra, siswi kelas V Ibnu Sina, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya.

“Saya senang sekali bisa belajar langsung dengan Kak Osamah. Saya jadi tahu tentang pakaian tradisional, makanan khas, dan budaya Yaman. Pengalaman ini sangat berharga karena membuat saya mengenal negara lain,” ungkapnya.

Melalui Kelas Diaspora, SD Muhammadiyah 7 Surabaya berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tentang budaya internasional, tetapi juga semakin terbuka terhadap keberagaman, termotivasi mempelajari bahasa asing, serta memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan akhlak islami.

Sumber: https://pwmu.co/mahasiswa-yaman-ramaikan-kelas-diaspora-sekolah-inovatif-jagir/

Slider Parnert

Subscribe Text

SANG INOVATOR