Sekolah inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya menggelar kegiatan pesantren inovatif pada Kamis, (13/3/2026). Kegiatan bertajuk “Puasaku terjaga, ibadahku terbina” ini berkolaborasi dengan IKWAM, warga sekitar hingga alumni.
Kegiatan dibuka oleh Zulis Purwanti SPd, wali kelas 1 selepas shalat dzuhur berjamaah. Berhubung yang ikut siswa/siswi kelas 1 sampai 6, maka ditempatkan di Hall Inacer.
Achmad Zainuri Arif MPd dalam sambutannya menuturkan bahwa anak-anak selama tiga hari kemarin sudah mengikuti darul Arqam dan belajar beberapa hal mulai dari wudhu, shalat sampai dzikir. Melalui pesantren inovatif ini, semoga dapat membentuk ibadah dan perilaku yang mencerminkan seorang muslim.
Dia juga berpesan agar anak-anak senantiasa memaksimalkan potensi yang dimiliki, berani tampil dan komunikatif menjadi hal yang harus kalian lakukan jika ingin menjadi seperti kakak-kakak alumni yang diundang di pesantren inovatif kali ini.
Kegiatan kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok, di mana masing-masing anak akan belajar sekaligus praktik shalat jenazah. Mereka dibimbing oleh ustadz/ustadzah yang sudah diplot sesuai kelompoknya.
Belajar Intensif
Kegiatan belajar intensif bersama kelompok berlangsung dari siang hingga menjelang ashar, di mana masing-masing kelompok berusaha untuk mengikuti arahan dari ustadz/ustadzah pembimbingnya.
Selepas menunaikan ibadah shalat ashar berjamaah, anak-anak kemudian mendengarkan arahan dari ustadz Miqdad Lazuardi Iktifazudi SH terkait kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di sekolah.
Setelahnya, mereka mendengarkan berkisah oleh kak Oesman. Dalam kesempatan kali ini, dia ditemani oleh bonekanya yang bernama Bedhoel.
Beliau menjelaskan perihal turunnya wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Berupa Al Qur’an Surat al-alaq ayat 1-5 yang berisikan anjuran untuk membaca Al Qur’an.
Pada kesempatan yang sama, juga dibagikan paket baksos kepada warga sekitar serta anak-anak yang membutuhkan. Hal ini menjadi salah satu rangkaian dari pesantren inovatif sejak tiga tahun yang lalu.
Selepas adzan maghrib berkumandang, anak-anak menikmati hidangan takjil yang telah disiapkan oleh IKWAM. Diantaranya ada jajanan pasar, buah-buahan hingga es teh siap menemani berbuka puasa.
Setelahnya, segenap guru dan karyawan menunaikan ibadah shalat maghrib berjama’ah. Lalu, berlanjut dengan menikmati hidangan makanan yang telah disiapkan oleh panitia.
Keutamaan Puasa Ramadan
Memasuki waktu isya’ dan tarawih, yang menjadi imam yakni alumni. Namanya Ibnu Afghan, siswa alumni tahun 2022-2023 yang sudah hafal 30 juz al-quran sewaktu menimba ilmu di pesantren.
Sebelum berlanjut dengan shalat witir, terlebih dahulu diisi dengan kultum oleh Karen Shaquila Ananto. Dia merupakan alumni tahun 2023-2024, pernah menjuarai beberapa kali lomba berkisah dan kini aktif di IPM SMP Muhammadiyah 18 Surabaya.
Dalam kultum singkatnya, Karen menyampaikan perihal keutamaan puasa Ramadan beserta sejarah puasa yang dijalani oleh umat sebelum nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.
Kesan positif diutarakan oleh Mesa Arsyila Kumalasari, siswi kelas 1 Ibnu Firnas.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa meningkatkan belajar ilmu agama. Suasana yg religius dan berbuka bersama teman-teman sekelas”.
Hal senada juga diungkapkan oleh Azriel Rizki Hendrawan, siswa kelas 6 al-biruni.
“Pesantren inovatif ini menjadi yang terakhir bagi saya dan teman-teman, namun saya senang karena bisa menjalaninya dengan senang serta bersyukur dapat hadiah dari ustadz/ustadzah.